Cara mengatasi obesitas pada anak

17.26.00

Cara mengatasi obesitas / kegemukan perlu diketahui agar anda bisa mengontrol berat badan anda atau anak anda. Memang seperti diketahui bahwa obesitas adalah penumpukan lemak berlebih pada tubuh. Ada banyak faktor penyebab obesitas yang berpengaruh.




Penyebab obesitas.
a) Faktor genetika.
Jika ada anggota keluarga Anda yang memiliki riwayat obesitas, maka Anda atau anak anda memiliki risiko yang lebih tinggi menderita obesitas dibandingkan dengan mereka yang tidak.
b) Terlalu sering mengkonsumi makanan cepat saji, camilan / snack dan junk food dan minuman ringan atau soft drink yang berkalori tinggi.
c) Kurang gerak atau aktifitas.
d) Kurang tidur.
e) Obesitas juga disebabkan oleh masalah kesehatan seperti :
*. hipotiroidisme atau kurangnya produksi hormon oleh kelenjar tiroid.
*. Obat-obatan seperti kortikosteroid, obat diabetes, anti kejang, antidepressants, antipsychotic, steroids dan beta blockers.

Obesitas bisa terjadi karena banyak faktor, “Namun, 90% obesitas terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat,” kata dr. Inge Permadhi, MS, SpGK, spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Obesitas ekstrim atau obesitas parah dikenal dengan istilah obesitas morbid. Merupakan sebuah kondisi dimana seseorang memiliki BMI di atas 40 atau lebih. Bila Anda masuk dalam kategori obesitas morbid, Anda terancam mengalami gangguan jantung yang serius. Hal ini dialami oleh Arya permana dari karawang yang mengalami obesitas ekstrim. Anak 10 tahun yang memiliki berat badan 190 kg. Untuk lebih jelasnya silahkan membaca artikel blog lainnya yaitu Arya si anak raksasa dari karawang .


Penyakit karena obesitas .
Penyakit yang muncul karena obesitas adalah :
– Kencing manis, bukan hanya dialami oleh orang yang telah dewasa saja, tetapi juga bisa diderita oleh anak yang memiliki kelebihan berat badan karena penumpukan lemak yang melebihi batas normal.
– Hipertensi.
– Penyakit jantung.

BMI.                                        Status berat badan.
Dibawah 18,5.                       Kurang.
18,5 – 24,9.                             Normal.
25,5 – 29,5.                             Kelebihan.
30,0 dan lebih tinggi.          Obesitas.
40,0 dan lebih tinggi.          Obesitas ekstrim / morbid.

Untuk mengetahui nilai BMI anda bisa menggunakan ====> Kalkulator BMI . Masukan tinggi badan dan berat badan anda pada parameter dan klik "hitung BMI saya". Maka nanti akan didapatkan nilai BMI nya sehingga anda bisa mengetahui Status berat badan anda dengan melihat tabel diatas.


Cara mengatasi obesitas .
Solusi atau untuk cara mengatasi kegemukan / obesitas pada anak adalah :

1) Berikan makanan yang sehat, seperti susu rendah lemak, daging sayur dan buah. Hindari makanan cepat saji seperti mie instan, junk food, snack, makanan yang manis dan yang mengandung lemak tinggi.

2) Memberikan sarapan sebelum berangkat ke sekolah dan membawakanya bekal makanan, dengan cara ini, orang tua dapat mengontrol asupan gizi untuk anak. Dan dapat menghindari anak untuk jajan sembarangan yang kita tidak mengetahui kwalitas dari makanan itu.

3) Mengolah masakan dengan cara dikukus atau direbus lebih baik daripada masakan yang digoreng.

4) Biasakan anak untuk makan di meja makan, bukan didepan tv atau didepan layar komputer.

5) Berikan jadwal waktu dalam aktifitas bermain game, menonton video atau penggunaan computer. Karena terlalu lama mereka asyik melakukan hal tersebut membuat mereka malas bergerak.

6) Ajaklah anak Anda untuk melakukan kegiatan di luar rumah yang berhubungan dengan kegiatan fisik dan bersosialisasi dengan teman-temanya, seperti berenang, bersepeda, jogging, bulu tangkis dan lain sebagainya.

7) Berikan susu yang rendah lemak dan tinggi kalsium untuk Anak anda.

8) Jangan biasakan anak anda makan sebelum tidur, sebaiknya berikan susu dan buah untuk mereka sebagai penahan rasa lapar namun tidak berpengaruh pada kenaikan berat badan.


Demikianlah cara mengatasi obesitas / kegemukan pada anak. Dengan pengawasan dan perhatian yang tepat maka kita dapat mengatasi masalah obesitas pada anak-anak.
(dari berbagai sumber).

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Saya sangat mengharapkan komentar dari pembaca artikel ini untuk kemajuan blog ini. Berkomentarlah sesuai isi artikel dan bukan spam. EmoticonEmoticon